Mengenal lebih dekat para pemangku amanah yang mewakafkan ilmu, waktu, dan dirinya untuk mencetak generasi Rabbani di Pondok Pesantren Manarul Hidayah.
Sebagai nakhoda utama Manarul Hidayah, Kyai Toyib dan Ustadzah Eroh memegang amanah spiritual (Riyadhoh) dan manajerial tertinggi. Beliau berdua tidak hanya bertanggung jawab atas kurikulum dan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan "Ruhul Ma'had" (Jiwa Pesantren) tetap hidup dalam setiap denyut aktivitas santri.
Kepemimpinan beliau berfokus pada integrasi nilai-nilai Salafus Shalih dengan kebutuhan zaman modern, memastikan lulusan Manarul Hidayah memiliki sanad keilmuan yang jelas sekaligus keterampilan hidup (life skill) yang mumpuni.
Mengemban amanah sebagai "Orang Tua" kedua bagi seluruh santriwan. Fokus utama beliau adalah pembentukan mentalitas baja, kedisiplinan ibadah, dan penguasaan kitab kuning dasar hingga lanjutan. Beliau terjun langsung mengawasi sholat berjamaah 5 waktu dan kegiatan sorogan malam hari.
Membimbing santriwati dengan pendekatan keibuan yang penuh kasih namun tegas dalam prinsip. Fokus pembinaan meliputi fiqih wanita (haid, nifas, istihadoh), tahfidz Al-Qur'an, serta etika dan adab pergaulan muslimah. Beliau memastikan asrama putri menjadi lingkungan yang aman dan nyaman untuk tumbuh kembang.
Bertindak sebagai pusat data dan administrasi sentral yayasan. Peran ini sangat vital dalam menjamin legalitas kelembagaan dan validitas data santri di mata negara (Kemenag/Kemdikbud).
Penjaga amanah harta umat. Bertanggung jawab mengelola sirkulasi keuangan pesantren dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi demi keberlangsungan program pendidikan.
Ujung tombak pelaksana harian aktivitas pondok.
Bertugas 24 jam menjaga kondusivitas lingkungan, mengatur perizinan keluar-masuk santri, serta menindak pelanggaran indisipliner sesuai "Qanun" (Aturan) pondok.
Motor penggerak kegiatan ibadah. Bertugas membangunkan santri untuk Qiyamul Lail, mengabsen sholat berjamaah, serta mengkoordinir kegiatan yasinan dan tahlil.
Penanggung jawab akademik formal. Memastikan Kurikulum Nasional berjalan beriringan dengan kegiatan kepesantrenan tanpa tumpang tindih.
Pahlawan tanpa tanda jasa yang memastikan ribuan piring nasi tersedia tepat waktu 3x sehari dengan menu yang sehat, halal, dan bergizi bagi santri.
Mengkoordinir piket harian santri (Roan) untuk menjaga kebersihan asrama, kelas, dan lingkungan masjid agar nyaman untuk ditempati.
Pos Kesehatan Pesantren yang menangani pertolongan pertama (P3K) dan perawatan bagi santri yang mengalami sakit ringan di asrama.